your style

18 Des

// <![CDATA[
var colour="#52D8ED";
var sparkles=100;
var x=ox=400;
var y=oy=300;
var swide=800;
var shigh=600;
var sleft=sdown=0;
var tiny=new Array();
var star=new Array();
var starv=new Array();
var starx=new Array();
var stary=new Array();
var tinyx=new Array();
var tinyy=new Array();
var tinyv=new Array();
window.onload=function() { if (document.getElementById) {
var i, rats, rlef, rdow;
for (var i=0; i<sparkles; i++) {
var rats=createDiv(3, 3);
rats.style.visibility="hidden";
document.body.appendChild(tiny[i]=rats);
starv[i]=0;
tinyv[i]=0;
var rats=createDiv(5, 5);
rats.style.backgroundColor=”transparent”;
rats.style.visibility=”hidden”;
var rlef=createDiv(1, 5);
var rdow=createDiv(5, 1);
rats.appendChild(rlef);
rats.appendChild(rdow);
rlef.style.top=”3px”;
rlef.style.left=”0px”;
rdow.style.top=”0px”;
rdow.style.left=”3px”;
document.body.appendChild(star[i]=rats);
}
set_width();
sparkle();
}}
function sparkle() {
var c;
if (x!=ox || y!=oy) {
ox=x;
oy=y;
for (c=0; c<sparkles; c++) if (!starv[c]) {
star[c].style.left=(starx[c]=x)+”px”;
star[c].style.top=(stary[c]=y)+”px”;
star[c].style.clip=”rect(0px, 5px, 5px, 0px)”;
star[c].style.visibility=”visible”;
starv[c]=50;
break;
}
}
for (c=0; c<sparkles; c++) {
if (starv[c]) update_star(c);
if (tinyv[c]) update_tiny(c);
}
setTimeout(“sparkle()”, 40);
}
function update_star(i) {
if (–starv[i]==25) star[i].style.clip=”rect(1px, 4px, 4px, 1px)”;
if (starv[i]) {
stary[i]+=1+Math.random()*3;
if (stary[i]<shigh+sdown) {
star[i].style.top=stary[i]+”px”;
starx[i]+=(i%5-2)/5;
star[i].style.left=starx[i]+”px”;
}
else {
star[i].style.visibility=”hidden”;
starv[i]=0;
return;
}
}
else {
tinyv[i]=50;
tiny[i].style.top=(tinyy[i]=stary[i])+”px”;
tiny[i].style.left=(tinyx[i]=starx[i])+”px”;
tiny[i].style.width=”2px”;
tiny[i].style.height=”2px”;
star[i].style.visibility=”hidden”;
tiny[i].style.visibility=”visible”
}
}
function update_tiny(i) {
if (–tinyv[i]==25) {
tiny[i].style.width=”1px”;
tiny[i].style.height=”1px”;
}
if (tinyv[i]) {
tinyy[i]+=1+Math.random()*3;
if (tinyy[i]

Iklan

Sejarah Linux, Kelebihan dan Kekurangan

18 Des

Linux adalah sebuah sistem operasi yang dikembangkan oleh Linus Benedict Torvalds dari Universitas Helsinki Finlandia. sebagai proyek pertama dimulai tahun 1991, Torvalds menulis Linux, disebuah kernel untuk prosesor 80386, prosesor 32-bit pertama dalam kumpulan CPU Intel yang cocok untuk PC.kemudian barulah pada tanggal 14 Maret 1994 versi 1.0 mulai diluncurkan, dan hal ini menjadi tonggak sejarah Linux.

Linux ini sendiri merupakan clone dari UNIX yang telah di- port ke beragam platform, Intel 80×86, AlphaAXP, MIPS, Sparch, Power PC, dsb. Sekitar 95% kode sumber kernel sama untuk semua platform perangkat keras.Linux termasuk sistem operasi yang didistribusikan secara open source, artinya kode sumber Linux diikutsertakan sehingga dapat dipelajari dan dikembangkan dengan mudah. Selain itu Linux dikembangkan oleh GNU (General Public License). Linux dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti: jaringan, pengembangan software, dan sebagai end-user platform. Selama ini Linux menjadi sistem operasi yang menjadi banyak perhatian karena kecanggihan dan harganya yang relatif murah dibanding dengan sistem operasi yang lain.Linux mendukung banyak Perangkat keras Komputer, dan telah digunakan di dalam berbagai peralatan dari Komputer pribadi, Superkomputer dan Sistem Benam (Embedded System) seperti handphone dan Perekam Video pribadi Tivo.
Kelebihan Linux :
• Linux adalah Operating System yang open source, bebas dan terbuka. Sehingga tidak perlu biaya untuk mendapatkannya, lisensinya FREE! boleh di utek-utek sepuasnya 🙂
• Linux gampang dioperasikan sekarang. Tidak seperti dulu yang masih identik dengan para hacker, tampilannya pun telah mengikuti perkembangan, bahkan lebih baik daripada windows 7.
• Hampir semua aplikasi yang bisa dijalankan di Windows, telah ada aplikasinya di Linux yang dikembangkan oleh komunitas Linux atau bisa menggunakan bantuan software emulator seperti wine untuk menjalankan file .exe dan .msi yang biasanya jalan di windows.
• Memiliki keamanan yang unggul karena di desain multiuser sehingga bila virus menjangkiti user tertentu, akan sangat sangat sulit menjangkiti dan menyebar ke user yang lain. Berbeda dengan Windows yang pasti pernah terkena virus, spyware, trojan, adware, dan sebagainya. Hal ini hampir tidak terjadi pada Linux. Ada pendapat bahwa Linux lebih aman karena jumlah penggunanya lebih sedikit dibanding Windows, namun anggapan itu kurang pas.
• Cocok untuk komputer dengan spesifikasi minimal karena Linux membutuhkan resource yang lebih kecil dari Windows. Selain itu hampir semua distro populer menyediakan versi 32 bit maupun 64 bit.
• Linux dapat berjalan dalam dua mode, modus teks dan modus GUI namun pada umumnya modus teks (terminal) ini lah yang menjadi kekuatan Linux. Modus GUI sendiri memiliki banyak pilhan desktop environment-nya seperti KDE, Gnome, BlackBox, XFCE.
• Jarang sekali komputer tiba-tiba ngadat, hang dan harus restart dengan menekan tombol ctrl+alt+del untuk mengakhiri kejadian tersebut karena Linux lebih stabil. Komputer yang dijalankan di atas sistem operasi UNIX sangat dikenal stabil berjalan tanpa henti seperti halnya linux.
• Linux memiliki kompatibilitas ke belakang yang lebih baik (better backward-compatibilty). Perangkat keras yang telah berusia lama, masih sangat berguna dan dapat dijalankan dengan baik di atas Linux. Termasuk dukungan pada softwarenya.
• Memiliki komunitas yang besar dan beragam di seluruh dunia
• Beragam pilihan ada Ubuntu, Debian, RedHat, openSuSe, Fedora, Mandriva (Mandrake), dsb. Keanekaragaman ini memberi kita banyak pilihan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Lihat chart distribusi Linux di http://distrowatch.com untuk mengetahui rangking distro-distro Linux.
Kekurangan Linux :
• Banyak pengguna yang belum terbiasa dengan Linux dan masih ‘Windows minded’, takut untuk beralih dari Windows.
• Dukungan perangkat keras dari vendor-vendor tertentu yang tidak terlalu baik pada Linux. Untuk mencari daftar perangkat keras yang didukung pada Linux, kita dapat melihatnya di Linux-Drivers.org atau LinuxHardware.org.
• Proses instalasi software / aplikasi yang tidak semudah di Windows. Instalasi software di Linux, akan menjadi lebih mudah bila terkoneksi ke internet atau bila mempunyai CD / DVD repository-nya. Bila tidak, maka kita harus men-download satu per satu package yang dibutuhkan beserta dependencies-nya.
• Bagi administrator sistem yang belum terbiasa dengan Unix-like (seperti Linux), maka mau tidak mau harus mempelajari hal ini. Sehingga syarat untuk menjadi administrator adalah manusia yang suka belajar hal-hal baru dan terus-menerus belajar.
• Aplikasi-aplikasi di Linux belum seampuh aplikasi di Windows.
• Struktur direktori dan hak-akses yang membingungkan bagi yang sudah terbiasa dengan Windows dan belum mengenal UNIX/Linux sama sekali.

Sumber: http://ewabloggerock.blogspot.com/2012/02/sejarah-linux-serta-kelebihan-dan.html#ixzz2FPZHq8tk
Under Creative Commons License: Attribution

Struktur Perangkat Lunak di Linux

18 Des

Untuk kalian – kalian nich yang baru hijrah dari Windows ke Linux

Struktur direktori Linux atau sistem yang mirip seperti Unix sangat
menyulitkan untuk pemakai baru, terutama bila ia baru saja bermigrasi
dari Windows. Pada Windows, semua program meng-install data mereka pada
direktori “Program Files.”
Hal seperti ini tidak terjadi di Linux. Sistem direktori
mengkategorikan semua data file yang di-install. Berikut adalah
keseluruhan struktur beserta apa yang dimuatnya
/ – Root direktori yang membentuk basis sistem file. Semua file dan
direktori secara logis ada didalam root direktori tidak perduli dengan
lokasi fisik mereka.

/bin – Memuat program yang dapat dieksekusi yang merupakan bagian dari
sistem operasi Linux. Banyak perintah Linux seperti cat, cp, ls, more,
dan tar terletak pada /bin./boot – Memuat Linux Kernel dan file lain yang dibutuhkan LILO dan GRUB
boot manajer.

/dev – Memuat semua file perangkat keras. Linux memperlakukan semua
perangkat keras komputer seperti sebuah file yang spesial. Semua file
seperti ini terletak di /dev.

/etc – Memuat semua sistem konfigurasi file dan skrip instalasi pada
/etc/rc.d sub direktori.

/home – Direktori Home menyimpan semua direktori home user.

/lib – Memuat file library, termasuk modul driver yang dapat diisi pada
sistem boot.

/lost+found – Direktori untuk file yang hilang. Semua partisi disk
memiliki direktori lost+found.

/media – Direktori untuk mounting removable media seperi drive CD-ROM,
floopy disk dan zip drive.

/mnt – Direktori untuk mounting filesistem sementara.

/opt – Data – data instal/copy untuk aplikasi opsional .

/proc – Direktori istimewa untuk sistem file virtual. Ia mencakup
informasi mengenai berbagai aspek sistem Linux.

/root – Direktori Home untuk root user.

/sbin – Memuat file
administrasi yang dapat dieksekusi seperti mount, shutdown, umount.

/srv – Memuat data untuk layanan (HTTP, FTP, etc.) yang ditawarkan
sistem.

/sys – Direktori spesial yang memuat informasi mengenai perangkat keras
seperti yang terlihat oleh Linux.

/tmp – Direktori yang digunakan untuk menyimpan data sementara. Isi dari
direktori ini dibersihkan setiap sistem boot.

/usr – Memuat sub direktori untuk banyak program seperti sistem X
Windows.

/usr/bin – Memuat file yang dapat dieksekusi untuk banyak perintah Linux
yang bukan merupakan bagian dari OS Linux.

/usr/include – Memuat file – file header dari bahasa pemrograman C dan
C++.

/usr/lib – Memuat file – file library untuk bahasa pemrograman C dan
C++.

/usr/local – Memuat data lokal. Ia memuat direktori yang sama seperti
/usr.

/usr/sbin – Memuat perintah – perintah administratif.

/usr/share – Memuat data yang dipakai oleh banyak user sekaligus,
seperti file konfigurasi default, gambar dan dokumentasi.

/usr/src – Memuat source codeuntuk Linux kernel.

/var – Memuat bermacam sistem file seperti log, direktori mail, print
dan lain – lain. Yang sering kali terus berubah isinya.

/var/cache – Area penyimpanan untuk cache data berbagai aplikasi.

/var/lib – Memuat informasi tentang status aplikasi – aplikasi yang ada.
Aplikasi memodifikasi direktori ini saat mereka bekerja.

/var/lock – Memuat file yang dikunci agar hanya dapat dipakai oleh satu
aplikasi saja.

/var/log – Memuat log dari aplikasi yang berbeda.

/var/mail – Memuat email pemilik.

/var/opt – Memuat data variabel untuk paket yang disimpan di direktori
/opt.

/var/run – Memuat data yang menjelaskan sistem sejak pertama kali
dijalankan.

/var/spool – Memuat data yang menunggu untuk diproses.

/var/tmp – Memuat file sementara, isi direktori ini tidak dihapus saat
sistem dimatikan.

PENGERTIAN GNU, KARNEL, OPEN SOURCE, & LIVE CD PADA LINUX

GNU/Linux adalah sebuah sistem operasi yang diciptakan oleh Linus
Benedict Torvalds seorang mahasiswa Universitas Helsinki Finlandia di
tahun 1991.Proyek GNU ini diluncurkan pada tahun 1984 untuk
mengembangkan sebuah sistem operasi lengkap mirip UNIX berbasis
perangkat lunak bebas: yaitu sistem GNU (GNU merupakan akronim berulang
dari “GNU’s Not Unix”; GNU dilafalkan dengan “genyu”). Varian dari
sistem operasi GNU, yang menggunakan kernel Linux, dewasa ini telah
digunakan secara meluas. Walau pun sistem ini sering dirujuk sebagai
“Linux”, sebetulnya lebih tepat jika disebut sistem GNU/Linux. Ada salah
satu fitur atau kemampuan yang sangat menarik dari GNU/Linux yang belum
ada pada sistem operasi populer lainnya, yaitu menjalankan sistem
operasi dan aplikasi lengkap tanpa menginstalnya di hard disk. Dengan
cara ini dengan mudah kita dapat menggunakan GNU/Linux di komputer orang
lain karena tak perlu menginstalnya (tak perlu mengutak-atik hard disk
dan partisinya). Sejarah sistem operasi Linux berkaitan erat dengan
proyek GNU, proyek program bebas freeware terkenal diketuai oleh Richard
Stallman. Proyek GNU diawali pada tahun 1983 untuk membuat sistem
operasi seperti Unix lengkap — kompiler, utiliti aplikasi, utiliti
pembuatan dan seterusnya — diciptakan sepenuhnya dengan perangkat lunak
bebas. Pada tahun 1991, pada saat versi pertama kerangka Linux ditulis,
proyek GNU telah menghasilkan hampir semua komponen sistem ini — kecuali
kernel. Torvalds dan pembuat kernel seperti Linux menyesuaikan kernel
mereka supaya dapat berfungsi dengan komponen GNU, dan seterusnya
mengeluarkan Sistem operasi yang cukup berfungsi. Oleh karena itu, Linux
melengkapi ruang terakhir dalam rancangan GNU.

Beberapa distro Linux Live CD yang banyak dipakai antara lain Knoppix,
SUSE Live Eval, Mandrake Move, Gentoo Live CD, Slackware Live CD dll.
Meskipun bentuknya Live CD, tetapi distro tersebut memiliki fungsi yang
sama dengan distro-distro terinstal. Di dalam CD tersebut, sudah
terdapat paket-paket umum yang biasa kita jumpai di distro Linux besar,
seperti: OpenOffice, KOffice, XMMS, GIMP, Konqueror, dan sebagainya.
Namun ada beberapa pengecualian, yaitu beberapa paket yang memang sangat
besar dan kiranya tidaklah umum digunakan oleh home user, mengingat
kapasitas CD yang terbatas, yaitu sekitar 700MB.

Kepraktisan itu ada batasnya karena selama operasionalnya, Linux Live CD
tidak mempunyai sebuah tempat khusus di dalam harddisk. Linux Live CD
hanya memiliki tempat di memori utama (RAM), sehingga setelah
di-restart, semua isi RAM akan dikosongkan dan Linux Live CD harus
melakukan inisialisasi ulang untuk mendeteksi semua perangkat keras yang
dimiliki oleh user. Selain itu, kinerja dari Linux Live CD sendiri juga
tidak bisa maksimal, karena kecepatan komputer untuk mengakses CD-ROM
jauh lebih lambat dibandingkan dengan kecepatan mengakses harddisk.

Dalam ilmu komputer, kernel adalah suatu perangkat lunak yang menjadi
bagian utama dari sebuah sistem
operasi. Tugasnya melayani bermacam program aplikasi untuk
mengakses perangkat keras komputer secara aman. Istilah Linux sebetulnya
hanya mengacu pada kernel dari suatu sistem operasi. Kernel adalah
Jembatan antara hardware dan aplikasi-aplikasi yg menterjemahkan bahasa
software sehingga mampu dimengerti dan diproses oleh hardware sesuai
dengan permintaan. Karena akses terhadap perangkat keras terbatas,
sedangkan ada lebih dari satu program yang harus dilayani dalam waktu
yang bersamaan, maka kernel juga bertugas untuk mengatur kapan dan
berapa lama suatu program dapat menggunakan satu bagian perangkat keras
tersebut. Hal tersebut dinamakan sebagai multiplexing. Akses kepada
perangkat keras secara langsung merupakan masalah yang kompleks, oleh
karena itu kernel biasanya mengimplementasikan sekumpulan abstraksi
hardware. Abstraksi-abstraksi tersebut merupakan sebuah cara untuk
menyembunyikan kompleksitas, dan memungkinkan akses kepada perangkat
keras menjadi mudah dan seragam. Sehingga abstraksi pada akhirnya
memudahkan pekerjaan programer. Sebuah kernel sistem operasi tidak harus
ada dan dibutuhkan untuk menjalankan sebuah komputer. Program dapat
langsung dijalankan secara langsung di dalam sebuah mesin (contohnya
adalah CMOS Setup) sehingga para pembuat program tersebut membuat
program tanpa adanya dukungan dari sistem operasi atau hardware
abstraction. Cara kerja seperti ini, adalah cara kerja yang digunakan
pada zaman awal-awal dikembangkannya komputer (pada sekitar tahun 1950).
Kerugian dari diterapkannya metode ini adalah pengguna harus melakukan
reset ulang komputer tersebut dan memuatkan program lainnya untuk
berpindah program, dari satu program ke program lainnya. Selanjutnya,
para pembuat program tersebut membuat beberapa komponen program yang
sengaja ditinggalkan di dalam komputer, seperti halnya loader atau
debugger, atau dimuat dari dalam ROM (Read-Only Memory). Seiring dengan
perkembangan zaman komputer yang mengalami akselerasi yang signifikan,
metode ini selanjutnya membentuk apa yang disebut dengan kernel sistem
operasi.

Selanjutnya, para arsitek sistem operasi mengembangkan kernel sistem
operasi yang pada akhirnya terbagi menjadi empat bagian yang secara
desain berbeda, sebagai berikut:

Monolithic Kernel. Monolithic kernel mengintegrasikan banyak fungsi di
dalam kernel dan menyediakan lapisan abstraksi perangkat keras secara
penuh terhadap perangkat keras yang berada di bawah sistem operasi.

Microkernel. Microkernel menyediakan sedikit saja dari abstraksi
perangkat keras dan menggunakan aplikasi yang berjalan di atasnya—yang
disebut dengan server—untuk melakukan beberapa fungsionalitas lainnya.

Hybrid kernel. Hybrid kernel adalah pendekatan desain microkernel yang
dimodifikasi. Pada hybrid kernel, terdapat beberapa tambahan kode di
dalam ruangan kernel untuk meningkatkan performanya.

Exokernel. Exokernel menyediakan hardware abstraction secara minimal,
sehingga program dapat mengakses hardware secara langsung. Dalam
pendekatan desain exokernel, library yang dimiliki oleh sistem operasi
dapat melakukan abstraksi yang mirip dengan abstraksi yang dilakukan
dalam desain monolithic kernel.

open source adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh
suatu orang/lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama
dengan memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia
bebas (biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet). Pola
pengembangan ini mengambil model ala bazaar, sehingga pola Open Source
ini memiliki ciri bagi komunitasnya yaitu adanya dorongan yang bersumber
dari budaya memberi, yang artinya ketika suatu komunitas menggunakan
sebuah program Open Source dan telah menerima sebuah manfaat kemudian
akan termotivasi untuk menimbulkan sebuah pertanyaan apa yang bisa
pengguna berikan balik kepada orang banyak. Pengembangan Linux bersifat
open source artinya source code dari aplikasi pembentuk sistem dan
aplikasi lainnya diberikan secara terbuka sehingga setiap orang dapat
melakukan modifikasi atau kustomisasi sesuai dengan kebutuhan
masing-masing.

Pola Open Source lahir karena kebebasan berkarya, tanpa intervensi
berpikir dan mengungkapkan apa yang diinginkan dengan menggunakan
pengetahuan dan produk yang cocok. Kebebasan menjadi pertimbangan utama
ketika dilepas ke publik. Komunitas yang lain mendapat kebebasan untuk
belajar, mengutak-ngatik, merevisi ulang, membenarkan ataupun bahkan
menyalahkan, tetapi kebebasan ini juga datang bersama dengan tanggung
jawab, bukan bebas tanpa tanggung jawab. Pada intinya konsep sumber
terbuka adalah membuka “kode sumber” dari sebuah perangkat lunak. Konsep
ini terasa aneh pada awalnya dikarenakan kode sumber merupakan kunci
dari sebuah perangkat lunak. Dengan diketahui logika yang ada di kode
sumber, maka orang lain semestinya dapat membuat perangkat lunak yang
sama fungsinya. Sumber terbuka hanya sebatas itu. Artinya, dia tidak
harus gratis. Definisi sumber terbuka yang asli adalah seperti tertuang
dalam OSD (Open Source Definition)/Definisi sumber terbuka. Pergerakan
perangkat lunak bebas dan sumber terbuka saat ini membagi pergerakannya
dengan pandangan dan tujuan yang berbeda. Sumber terbuka adalah
pengembangan secara metodelogi, perangkat lunak tidak bebas adalah
solusi suboptimal. Bagi pergerakan perangkat lunak bebas, perangkat
lunak tidak bebas adalah masalah sosial dan perangkat lunak bebas adalah
solusi.

Sumber: Wandi Blog

Gambar 18 Des

chemistry.jpg

Cara Memasang Jam Garuda di WordPress Anda

18 Des

Silahkan bagi para pemula, ikuti tahap di bawah ini:

pertama, login wordpress

terus ke dasbor

terus klik apprentice/tampilan

terus klik widget

terus ada kotak text, geser ke sidebar

terus paste kode dibawah ini: (kok ngomongnya terus-terusan?)

[/gigya width="200" height="200" src="http://www.widgipedia.com/widgets/orido/Jam-Garuda-Indonesia-4639-8192_134217728.widget?__install_id=1248327469976&__view=expanded" quality="autohigh" loop="false" wmode="transparent" menu="false" allowScriptAccess="sameDomain" ]

jangan lupa hilangkan tanda / di [/gigya menjadi [gigya

Gambar 18 Des

gambarbergerak

Cara Memasang ChatBox PADA WORDPRESS

18 Des

1. Buka http://www.99shoutbox.com/
2. Login, atau jika belum punya akun, klik Sign Up
3. Isi formulir dan klik sign up
4. Setelah muncul window baru, isi nama widget dan pilih tema chat box anda dan klik continue
5. Nah, disini adalah bagian tersulitnya… Setelah muncul kode-kode HTML, copy semua kode tersebut… lalup buka Tampilan > Widget
6. Tarik widget TEXT ke sidebar dan paste-kan code tadi ke widget
7. Di kode tersebut… cari kode yang bertuliskan ” http://container.flash-container.info/circle.swf?r=25686_1&#8243; [SETIAP USER MEMILIKI KODE YANG BERBEDA… pada intinya, cari kode swf-nya… copy kode tersebut (tanpa tanda kutip)
8. Hapus semua kode tadi dan paste-kan kode baru tadi (kode swf-nya)… lalu tambahkan kode ini diantara kode swf-nya.
Didepan kode swf =>
Dibelakang kode swf =>